Senin, 03 November 2014

Sinopsis Drama My Lovely Girl eps 1

Cast : Rain (Bi) as Lee Hyun Wook
         Krystal Jung as Yoon Se Na
       L (Myungsoo) as Shi Woo
               Cha Ye Ryun as Shin Hae Yoon
               Kim Jin Woo as Seo Jae Young
              Na Hae Ryung as Yoo Ra Eum
    Hoya as Kang Rae Hoon

Dalam sebuah perjalanan, Lee Hyun Wook (Rain) sedang mengemudi. Dia ditemani oleh kekasihnya yang bernama Yoon So Eun (Lee Shi Ah) Mereka bertengkar sepanjang perjalanan. So Eun cemburu mendengar kabar kalau Hyun Wook tidur dengan artis yang Hyun Wook buatkan lagu. Hyun Wook berkata apa perlu dia buktikan betapa dia mencintai So Eun?
So Eun diam saja. Hyun Wook yang kesal memilih menghentikan mobil dan keluar untuk menenangkan diri sejenak. Sementara So Eun memilih tetap di dalam mobil. Dia tak ingin membuat suasana menjadi bertambah keruh dengan mengajak Hyun Wook bicara.

Saat itulah, entah bagaimana ceritanya terjadi kecelakaan di lokasi tersebut. Sebuah truk terguling, dan sebentar lagi akan menabrak mobil Hyun Wook, dimana didalamnya ada So Eun. Hyun Wook pun bergegas mendekat, berharap dia bisa menarik So Eun keluar dari mobil. Tapi Hyun Wook kalah cepat dengan laju truk yang terguling itu. Truk tetap menghantam mobil Hyun Wook, dan membuat So Eun menjerit sekeras-kerasnya di dalam.



Hyun Wook sendiri terpental jatuh ke belakang dengan wajah penuh luka. Dia yang masih sadar dengan kepala sangat pusing, mencoba sekuat tenaga mendekati mobilnya dan memanggil-manggil nama So Eun. Tampak kepala So Eun terkena pecahan kaca depan mobil, dan darah sudah terlihat disana. So Eun sama sekali tak merespon panggilan cemas Hyun Wook. 

Hyun Wook berhasil mengeluarkan So Eun dari dalam mobil. Dia menggendong So Eun dan kini sambil memegang kepala So Eun dia mencoba membangunkan So Eun. So Eun membuka matanya dan menatap Hyun Wook. So Eun yang tahu bahwa waktunya tak banyak, mencoba mendekatkan tangannya ke wajah Hyun Wook, dan membelai wajah Hyun Wook. Dengan nada sedih, So Eun berkata kalau mereka bertengkar. Ternyata hanya itu kalimat yang sempat So Eun ucapkan, diapun memejamkan matanya. Tangan yang tadi lemah membelai wajah Hyun Wook, sudah jatuh terkulai.

Hyun Wook menangis menayadari So Eun tiada. Dia memeluk erat So Eun dan menyesali bahwa saat-saat terakhir tadi mereka malah bertengkar. Menyesal, kenapa dia harus menghentikan mobilnya dan meninggalkan So Eun sendiri di dalam mobil. Menyesal, seandainya dia bisa lebih cepat menyelamatkan So Eun sehingga So Eun tak harus tertabrak truk itu.
Kini, Hyun Wook hanya bisa menangis sambil mengucapkan kata maaf pada So Eun.

3 tahun kemudian

Yoon Se Na (Krystal), terlihat sedang membuang sampah dan melihat seekor kucing. Dia berkata pada kucing itu, apa kucing tersebut sedang menunggunya? Se Na kemudian memberi kucing itu makanan. Dia berkata kalau pasti kucing inipun sedang kesusahan cari makan. Semua orang juga begitu. 

“Jadi kuatlah. Jangan berhenti usaha hanya karena kau diberi makanan seperti ini.”

Tiba-tiba dua orang preman yang mungkin adalah penagih hutang berhasil menemukan Se Na dan berniat menagih hutang pada Se Na. Se Na berhasil kabur sambil membawa alat musiknya. Kedua pria gemuk yang mengejar Se Na gagal karena berat badan mereka yang berlebih, membuat mereka ga kuat berlari. Seorang yang tampaknya adalah ketua preman, berkata pada anak buahnya kalau mereka harus menurunkan berat badan.

Shin Hae Yoon (Cha Ye Run) seorang direktur dari sebuah agensi bernama AnA mendapa telepon yang mengabarkan bahwa Lee Hyun Wook ada di Jeju. Tentu saja Hae Yoon terkejut mendengarnya, dia bertanya apa si penelpon yakin itu Hyun Wook?

Sementara, di sebuah tempat yang tampak asri, Hyun Wook sedang bersama seorang wanita yang tertarik melihat tanamannya. Dia menjelaskan kalau jika mau merasakan enaknya tanaman ini tunggu sampai matang. 

Setelah selesai melihat tanamannya, Hyun Wook memasak untuk wanita itu. Dia terlihat seperti koki handal, dan membuat si wanita yang sepertinya tetangga Hyun Wook terkagum-kagum. Bahkan saat merasakan hasil masakan Hyun Woo, dia merasakan bahwa masakan itu sangat lezat. Wanita itupun mengundang Hyun Wook datang ke rumahnya untuk sekedar minum anggur. 

Hyun Wook tersenyum dan menolak ajakan itu, dia berkata kalau dia sudah punya kekasih. Jadi mana bisa dia sembarang datang ke rumah wanita lain. Wanita itu ga percaya dan berkata kalau Hyun Wook bohong. Buktinya saja selama berbulan-bulan tinggal di daerah ini, dia ga melihat Hyun Wook membawa seorang wanita.

“Lalu kenapa kau mengawasiku selama berbulan-bulan?” tanya Hyun Wook santai. 

Wanita itupun seketika menjadi salah tingkah dan malu. 

Hae Yoon berhasil menemukan dimana Hyun Wook, dia langsung datang dan marah-marah pada Hyun Wook. Kenapa Hyun Wook tega sekali padanya, menghilang tanpa kabar selama tiga tahun? Hyun Wook memilih diam dan tak menjawab. Apa Hyun Wook ga tahu betapa dia sangat merindukan Hyun Wook?

Malam harinya, Hae Yoon ada bersama Hyun Wook dan tengah asik berbincang. Hae Yoon membujuk Hyun Wook untuk kembali ke Seoul. Dia berkata bahwa Hyun Wook adalah orang yang hebat, jadi ngapain Hyun Wook ada disini, sementara jika di Seoul Hyun Wook bisa menghasilkan ratusan juta won. Hyun Wook menjawab “Aku punya alasan kenapa aku tak mau kembali. Musik..dan cintaa..”

Mendnegar jawaban itu, Hae Yoon bangkit dan langsung mengecup bibir Hyun Wook. Hyun Wook diam saja, tak membalas sama sekali kecupan itu. Hyun Wook berkata kenapa Hae Yoon sama sekali ga berubah dari dulu? Gimana bisa Hae Yoon mencium seseorang dengan mudahnya seperti tadi?
Hae Yoon menjawab kalau dia hanya bisa mencium Hyun Wook, bukan yang lain.

Hyun Wook ada di halaman rumahnya. Dia menikmati hembusan angin malam dan bergumam hari ini rasanya terlalu berat. Tiba-tiba kilat menyambar dan angin berhembus kencang, dan lampupun padam. Anjing di samping Hyun Wook menyalak keras seolah memberi tanda. Hyun Wook pun heran dengan situasi yang tiba-tiba ini.

Hyun Wook menoleh ke belakang, karena dia mendengar sebuah suara. Hyun Wook mencob mencari sumber suara yang ternyata membuatnya melangkah masuk ke dalam rumah. Saat masuk ke ruangan itu, Hyun Wook membuka sebuah laci dan mendapati sebuah ponsel yang bergetar tanda bahwa ada panggilan masuk. 


Di sebuah tempat, tampak Se Na sedang menelpon seseorang. Dia berkata bahwa sekarang dia sendirian di tempat ini. Se NA menceritakan keadaan tempatnya saat ini, dimana banyak orang pacaran dan juga pesta keluarga.Tiba-tiba Se Na menjadi sedih, nada suara berubah seolah menahan tangis saat berkata disini sangat ramai, tapi dia malah seorang diri. 
Di seberang sana, ternyata Hyun Wook lah yang mendengar curahan hati Se Na. Tentu saja dia tak mengenal siapa gadis yang tengah bersedih ini. 

Hyun Wook terus mendengar kata-kata Se Na yang kini tengah bingung harus pergi kemana. “Aku takut sendirian, kenapa kau tega sekali? Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kenapa kau malah pergi dan meninggalkanku sendirian.”

Yoon Se Na yang ga punya arah tujuan memilih pergi kerumah temannya. Temannya bernama Joo Hong (Lee Cho Hee)
Joo Hong senang melihat Se Na datang dan menyuruh Se Na untuk masuk ke dalam. Ternyata di dalam Joo Hong memperkenalkan pacarnya pada Se Na Pacar Joo Hong bernama Sah Gong Chan.

Joo Hong kesal mendengar cerita Se Na yang terpaksa tak punya pekerjaan karena kedua preman menyebalkan itu. Bagaimana Se Na bisa bertahan sekarang? Se Na bertanya bagaimana jika dia meminjam nama Joo Hong. Se Na berkata seperti yang terjadi di film-film, pemeran utama mengganti nama agar tak ada yang tahu. Joo Hong setuju, dia ga masalah jika Se Na mau meminjam namanya. Dia memang ga bisa meminjamkan uang, tapi dia masih bisa meminjamkan namanya. Se Na pun senang dan berterima kasih pada Joo Hong.

Keesokan harinya, Hyun Wook masih bingung akan siapa yang menghubungi ponsel So Eun. Dia mencoba mencari tahu tapi belum bisa menemukannya. Saat kembali ke dalam mobil, anjing Hyun Wook yang diberi nama Dal Bong ada di kursi belakang. Hyun Wook lalu bertanya pada Dal Bong, apa dia harus mencari gadis yang menelpon semalam? Dal Bong menyalak keras, seolah tanda persetujuannya.

Di sebuah kolam renang, seorang anak perempuan menangis, dan sang ibu bukannya menenangkan malah memarahi anak perempuannya itu. Sang suami yang mendengar ikut memarahi istrinya sambil berkata kalau marah-marah ga akan membuat putri mereka diam. Si istri semakin kesal, karena suaminya hanya bisa ngomong saja. 

Tiba-tiba tangis sang anak berhenti karena mendengar dentingan nada yang indah. Dia menoleh dan melihat seorang Unni dengan pintarnya menciptakan nada indah dari gelas-gelas minuman yang ada di meja depannya. Dia tersenyum menatap gadis kecil itu yan sudah berhenti menangis. 

Tidak hanya gadis kecil yang tadi menangis saja yang tertarik dengan dentingan indah itu, tapi hampir seluruh pengunjung yang ada disana, dan bisa mendengar. Mereka terpesona dengan apa yang Se Na lakukan. Ternyata hanya dengan gelas minuman saja, bisa menimbulkan suara seindah itu. 

Si gadis kecil bahkan tersenyum pada Se Nan dan mau menerima minuman yang Se Na berikan padanya. Sang ayah memberikan tip pada Se Na dengan jumlah besar karena sudah membuat putrinya tersenyum. Se Na menolak pemberian itu. Tapi ayah gadis kecil itu juga memuji pertunjukan Se Na yang sangat hebat. Se Na pun akhirnya mau menerima tip tersebut sambil tak lupa mengucapkan terima kasih.

Lee Hyun Wook menyewa seorang detektif untuk mencoba menemukan Yoon Se Na, adik Yoon So Eun. Hyun Wook menjelaskan kalau Se Na biasa bermain musik indie. Hanya itu informasi yang dia miliki. Detektif bertanya apa Hyun Wook punya foto Se Na? Hyun Wook menggeleng. Detektif pun berkata jika tanpa foto, maka akan sedikit sulit. 

“Jika mudah..maka aku tidak meminta bantuanmu.” Jawab Hyun Wook sambil tersenyum manis

Hyun Wook menemui temannya yang bernama Sung Jin di sebuah bar. Disana dia menceritakan niatnya mencari Se Na, adik So Eun. Sung Jin menyarankan agar Hyun Wook ga usah mencari Se Na. Hyun Wook aja ga ingin mencari ayah Hyun Wook, kenapa malah ingin mencari orang lain? Hyun Wook menjawab kalau ayahnya akan baik-baik saja tanpa dia. Sementara Se Na mungkin sedang dalam keadaan sulit saat ini.

Tiba-tiba di bar itu terdengar sebuah lagu. Sung Jin bergumam kalau lagu ini lagi yang dimainkan. Hyun Wook juga mendengar lagu itu. Tangannya bergetar, tak bisa dia kendalikan. Dia bahkan harus memegang tangannya itu agar berhenti gemetar. Sung Jin kembali berkata lagu ini masih saja di putar bahkan setelah tiga tahun berlalu. 

Tak hanya tangan yang gemetaran, tiba-tiba ingatan akan kecelakaan mengerikan tiga tahun lalu terbayang kembali di memori Hyun Wook, saat itu So Eun juga mendengarkan lagu ini, karena lagu ini adalah lagu terbaru yang dia ciptakan. Mengingat itu membuat dada Hyun Wook terasa sesak dan dia sulit bernafas. Hyun Wook memegang dadanya yang sakit dan mencoba menghilangkan traumanya akan lagu ini dan kenangan pada kecelakaan yang membuat So Eun meninggal. 

Hyun Wook tak tahan lagi, tanpa berkata apapun pada temannya dia pergi meninggalkan bar itu. Dia berjalan dengan harus berpegangan pada dinding untuk menyeimbangkan tubuhnya agar tak jatuh. SungJin menyusul Hyun Wook dan bertanya apa Hyun Wook masih merasakan seperti ini? Kenapa Hyun Wook ga ke RS saja? Hyun Wook menggeleng. Dia berkata kalau dia hanya butuh udara segar.

Yoon Se Na masih ada di tempat kerjanya. Dia mendendangkan lagu sambil memejamkan mata. Menikmati waktu istirahatnya walau sejenak. Tiba-tiba anjing Hyun Wook berlari ke arah Se Na. Hyun Wook jelas heran, melihat tingkah aneh anjingnya. Malam ini dia sengaja berjalan-jalan di luar bersama Dal Bong untuk menghirup udara segar, lalu tiba-tiba Dal Bong lari begitu saja.

Se Na sedikit takut melihat seekor anjing mendekatinya. Anjing itu tak menggigitnya. Hanya diam di dekatnya. Se Na yang awalnya takut, akhirnya duduk jongkok lalu menatap anjing lucu ini. Se Na berkata kalau melihat dasi ini, dia yakin ini anjing jantan. Se Na pun bercakap-cakap dengan anjing cokelat yang manis itu. 

Saat Se Na berkata sepertinya anjing ini sangat lelah. Si anjing langsung menyalak seolah mengiyakan. Se Na pun heran dan bergumam sendiri, apa tadi pertanyannya benar-benar dijawab. 

Hyun Wook akhirnya sampai ditempat Dal Bong berada. Dia melihat Dal Bong asik bersama seorang gadis di tepi kolam. Hyun Wook tersenyum mendengar gadis itu bernyanyi untuk Dal Bong. Dia kemudian mendekat dan memuji lagu yang dimainkan gadis itu, walau dia ga mengerti dengan lirik yang terucap.

Se Na menjawab kalau lirik tadi artinya agar anjing ini tetap kuat karena dia lihat anjing ini sedikit lelah. Hyun Wook menjawab kalau Dal Bong mungkin lelah karena baru naik pesawat. 

“Apa ini anjingmu?”

“Dia adalah temanku” jawab Hyun Wook sambil tersenyum manis. 

Dal Bong tiba-tiba membuat Se Na terkejut dan Se Na yang kaget hampir terjatuh ke kolam jika saja tangan pria ini tak segera menangkap tubuhnya. Se Na kini ada dalam pelukan Hyun Wook, dan Se Na meras kikuk karenanya. 
Getaran aneh pun terasa membuat Se Na tak segera menjauhkan diri dari tubuh pria ini.

Hyun Wook kemudian berkata “Mungkin dia menyukaimu. Aku belum pernah melihatnya seperti itu.”

Se Na langsung menjauhkan dirinya dan meminta maaf pada Hyun Wook. Hyun Wook yang melihat pin nama di seragam gadis itu kemudian berkata kalau seharusnya dia yang meminta maaf pada Joo Hong. 
Se Na menggunakan nama Joo Hong dan bukan nama aslinya.
Se Na ingin menjelaskan tapi dia rasa ga ada gunanya, karena pria ini bukanlah siapa-siapa, jadi dia diam saja saat pria ini menyebutnya Joo Hong.

Pagi ini, setelah diumumkan bahwa akan ada party di penginapan tempat Se Na bekerja, Se Na diberitahu atasannya bahwa Se Na alias Joo Hong dipanggil Lee Hyun Wook. Teman Se Na berseru takjub karena Joo Hong dipanggil bertemu si pria tampan yang memiliki anjing lucu. Apa Joo Hong belum bertemu dengan pria itu? Se Na menjawab kalau dia sudah bertemu kok dengan pria itu semalam. Rekan Joo Hong pun heran mendengarnya lalu penasaran apa yang terjadi saat itu? Se Na memilih diam.

Se Na sampai juga di kamar Hyun Wook, dan bertanya kenapa Hyun Wook mencarinya? Hyun Wook menjawab kalau dia ingin Joo Hong menjaga anjingnya. Dia memang sudah memiliki penjaga, tapi sepertinya Dal Bong lebih suka bersama Joo Hong. Se Na pun tak menolak dan menyapa Dal Bong yang sedang santai di sofa ruang itu.

Shin Hae Yoon yang sedang mengecek persiapan di hotel L untuk after party nanti malam bertemu dengan Sung Jin. Akhirnya dia tahu kalau Hyun Wook ada di hotel ini. Hae Yoon pun bergegas mendatangi kamar Hyun Wook menginap.

Saat Hyun Wook membuka pintu kamarnya, Hae Yoon langsung berkata kalau dia marah karena Hyun Wook malah lebih memilih bertemu Sung Jin daripada dia setibanya Hyun Wook di Seoul. 

Hyun Wook menjawab kalau dia malah sudah membuat rencanba untuk mengajak Hae Yoon makan siang bersama. Hae Yoon ga jadi melanjutkan acara marahnya, dia berkata kalau dia juga sudah lapar. Hyun Wook meminta Hae Yoon masuk dulu karena dia tengah menunggu seseorang.
Hae Yoon mulai penasaran dan bertanya siapa yang Hyun Wook tunggu, apakah seorang wanita? Hyun Wook pun membenarkan. 



Kekesalan dan rasa cemburu Hae Yoon memudar saat melihat pelayan hotel yang masuk ke kamar Hyun Wook. Ternyata ini wanita yang Hyun Wook tunggu. Dia pun senang karena itu berarti Hyun Wook bukan menunggu orang yang special. 
Saat Se Na masuk, Hyun Wook langsung meminta agar Se Na atau Joo Hong menjawab Dal Bong karena dia akan makan siang diluar. Se Na tak membantah.

Sebelum melangkah keluar, Hae Yoon memberikan uang tip untuk Joo Hong. Se Na alias Joo Hong menolak itu, tapi Hae Yoon memaksa. Dia berkata kalau dia dan Hyun Wook akan keluar sebentar, jadi tolong terima ini saja.
Hae Yoon bahkan menyelipkan uang itu langsung ke tangan Se Na.


Ternyata Hyun Wook dan Hae Yoon makan ditempat yang dulu biasa Hyun Wook datangi. Ahjumma di tempat itu sudah sangat kenal dengan Hyun Wook dan berseru kaget melihat Hyun Wook datang setelah lama menghilang. Hyun Wook tersenyum senang karena ahjumma masih mengenalinya dan bertanya bagaimana kabar ahjumma? Tiba-tiba Ahjumma bertanya kemana wanita yang selalu Hyun Wook ajak ke tempat ini? Wajah Hyun Wook berubah sedih, dan ahjumma meminta maaf karena sudah bicara aneh-aneh. Ahjumma pun berkata akan membawakan sup untuk Hyun Wook.


Shin Hae Yoon mengajak Hyun Wook pergi saja dari tempat ini. Hyun Wook menolak karena ini tempat yang enak untuk makan. Hae Yoon cemburu karena Hyun Wook sering mengajak So Eun ke tempat ini. Dia bahkan bertanya memangnya apa yang bagus dari So Eun? Hyun Wook kesal dan menyebut kalau Hae Yoon sudah kelewatan. Hae Yoon membela diri dengan berkata kalau dia hanya mengatakan apa yang dia rasa saja. Apa itu ga boleh?

Ahjumma datang lagi membawakan air, dan meminta maaf pada Hae Yoon karena sudah membuat Hae Yoon bertengkar dengan Hyun Wook. Dia bahkan mengira Hyun Wook dan Hae Yoon sedang pacaran. Hyun Wook langsung meralat kalimat ahjumma dan dengan santai berkata kalau Hae Yoon bukan pacaranya kok, jadi ahjumma ga usah merasa tak enak. 
Hae Yoon semakin kesal dan akhirnya memilih pergi.


Sesampainya diluar, Hae Yoon bertambah kesal karena Hyun Wook sama sekali ga mengejarnya. Dia kemudian menyesal, kenapa dia harus peduli dengan So Eun. Bukankah yang terpenting saat ini Hyun Wook masih seorang diri?


Yoon Se Na memegang perutnya yang lapar. Dia masih di kamar Hyun Wook dengan Dal Bong yang rebahan di lantai. Dal Bong sama sekali tak menyentuh makanan yang sudah disediakan. Tapi ketika melihat Se Na akan makan Sosis, Dal Bong menunjukkan sikap kalau dia juga mau Sosis itu. Se Na yang kelaparan sebenarnya ga mau berbagi dengan Dal Bong. Tapi melihat wajah Dal Bong yang memelas, akhirnya Se Na memberi sosis satu-satunya yang dia miliki untuk Dal Bong. 

Se Na yang mengajak Dal Bong bercakap-cakap, kemudian bertanya sebenarnya apa hubungan tuan Dal Bong dengan wanita tadi? Dal Bong membalas dengan menggonggong yang tentu tak dimengerti oleh Se Na.

Se Na kemudian berdiri di dekat jendela, dan bertanya sendiri, kenapa Hyun Wook lama sekali. Bukankan cuma makan siang, tapi kenapa selama ini? Kemudian Se Na menoleh kembali menatap Dal Bong, dia ingin megajak Dal Bong jalan-jalan, tapi Se Na terkejut karena dia malah mendapati Dal Bong tergeletak tak sadarkan diri.
Se Na panik dan langsung mendekat, dia menggoyang-goyangkan badan Dal Bong, meminta Dal Bong untuk bangun. 


Hyun Wook datang dan ikut panik melihat anjing kesayangannya pingsan. Dia bertanya pada Se Na apa yang terjadi? Se Na menjawab jujur kalau dia ga tahu, tadi dia sedang melihat ke jendela, dan ketika dia berbalik untuk melihat Dal Bong, Dal Bong sudah seperti ini. Melihat sosis yang ada di samping tubuh Dal Bong, Hyun Wook pun bertanya apa ini yang Se Na berikan pada Dal Bong? Se Na menjelaskan kalau Dal Bong lapar, tapi Dal Bong ga mau menyentuh makanan Dal Bong, makanya dia beri sosis miliknya itu.
Hyun Wook marah, dia bahkan membentak Se Na dengan sangat keras, cukup untuk membuat Se Na terkejut.


Sesampainya di dokter hewan. Hyun Wook masih mengira Dal Bong pingsan karena makan sosis dan sosisnya terlalu besar sehingga sulit untuk dikeluarkan. Dokter kemudian menjelaskan kalau ini bukan karena sosis, Dal Bong mengidap kanker. Ada tumor di esophagus tubuh Dal Bong. Itulah yang membuat kondisi Dal Bong melemah. Usia Dal Bong pun sudah tua dan itu membuat operasi tak mungkin dilakukan. Jika pun dilakukan, akan sangat tipis kemungkinan berhasilnya. 

“Dia sudah tak punya banyak waktu, kemungkinan dia akan selamat setelah operasi itu tak ada sama sekali. Dia akan mengalami efek samping serius setelah operasi. Akan lebih kejam jika kita membuatnya kesakitan disaat-saat terakhir hidupnya. Biarkan dia menjalani saat-saat terkahirnya dengan nyaman. Itu yang terbaik”jelas Dokter pada Hyun Wook.


Hyun Wook sedih, dia melangkah gontai memasuki ruang rawat Dal Bong. Dal Bong masih diinfus, dan dia mendekat lalu membelai kepala Dal Bong. Sungguh, Hyun Wook tak bisa menahan tangisnya, mengetahui Dal Bong sebentar lagi akan pergi. 


Flashback

Saat itu, Dal Bong masih kecil. Dia dan So Eun sangat menyayangi Dal Bong. So Eun bahkan meminta pada Hyun Wook untuk selalu menjaga Dal Bong meskipun dia sudah tiada. Hyun Wook menjawab tentu saja, dia akan menjaga Dal Bong. Apalagi Dal Bong lebih menyukainya daripada So Eun.
So Eun tak terima, dan akhrinya mereka bertaruh.

Mereka berdua akan sama-sama memanggil Dal Bong, dan siapa yang dipih Dal Bong saat mendekat nanti berarti itulah yang disukai Dal Bong. Dal Bong kemudian berlari, tapi saat Dal Bong mendekati So Eun, Hyun Wook langsung menangkap tubuh Dal Bong dan menggendongnya. Dia berkata pada So Eun kalau Dal Bong lebih menyukainya. So Eun ingin merebut Dal Bong, dan merekapun akhirnya tertawa bersama.


Flashback End

Lee Hyun Wook ada di tempat, dimana kenangan indah saat Dal Bong kecil tercipta. Kenangan saat So Eun masih ada. Dia menatap tempat itu dengan Dal Bong di sampingnya. Hyun Wook pun kembali bersedih menyadari waktu Dal Bong sudah tak banyak lagi. 


Malam ini, Se Na menunggu dengan cemas kedatangan Dal Bong. Saat Hyun Wook turun dari taksi bersama Dal Bong, Se Na langsung bertanya apa Dal Bong baik-baik saja? Dia bahkan mengusap lembut kepala Dal Bong.
Se Na cukup lega melihat Dal Bong kembali dengan sehat. 

Se Na kemudian meminta maaf pada Hyun Wook. Dia berjanji akan menggani biaya RS Dal Bong tadi. Hyun Wook sebenarnya merasa bersalah karena tadi sudah membentak Se Na. Tapi dia memilih tak meminta maaf dan berlalu bergitu saja. Se Na masih sempat mengucapkan kata semangat untuk Dal Bong saat Dal Bong menatapnya. 


Hyun Wook kemudian mengajak Se Na ikut dengannya ke kamar. Disana, dia memberi Se Na buku catatan dan Se Na harus mencatat apa yang dia katakan. Dia mau Se Na menjaga Dal Bong. Walaupun dia sangat marah, tapi Dal Bong sangat menyukai Se Na. Jadi mau bagaimana lagi.

Hyun Wook kemudian memberitahu kalau bahan makanan Dal Bong setidaknya 80% harus organic. Dal Bong juga memiliki alergi pada gandum, jadi Se Na jangan memberi Dal Bong makanan yang mengandung gandum. Sedangkan untuk makanan ringan, Se Na harus menyiapkan snack buatan sendiri, dan itu harus ayam local (Makanan ringannya aja ayam. Aku aja makanan ringan, kerupuk. Hahaha )

Hyun Wook juga memberitahu agar Se Na tidak memberikan makanan sintetis pada Dal Bong. Se Na mencatat semua penjelasan Hyun Wook yang sangat panjang itu. Tapi ternyata itu belum selesai, Hyun Wook masih memberikan penjelasannya pada Se Na agar Se Na memberikan Dal Bong biji-bijian setidaknya sekali sehari. Jika tidak, Se Na juga bisa memberikan sup tulang sapi. Dia juga akan mengawasi Se Na dalam memilih merek makanan untuk Dal Bong, dan Dal Bong harus makan 4x sehari. Lalu jangan lupa, ajak Dal Bong jalan-jalan selama 30 menit setiap harinya.


Keesokan harinya, Se Na memulai tugas sebagai penjaga Dal Bong. Tapi kali ini Hyun Wook mengetes kemampuan Se Na dalam memilih makanan untuk Dal Bong. Saat Hyun Wook melihat Se Na membeli makanan dengan bahan holistic, Hyun Wook memarahi Se Na dan berkata bukankah dia sudah bilang harus dengan bahan organic. Jadi dia mau, Se Na mengulangi lagi.

Setelah selesai dalam memilih makanan untuk Dal Bong, kini Se Na mencoba menyiapkan makanan untuk Dal Bong. Se Na membawa masakannya itu kehadapan Hyun Wook. Hyun Wook kembali tak puas dengan yang se Na lakukan. Dia melihat Se Na masak semangkuk penuh dan kemudian berkata, bukankah ini terlalu banyak untuk dimakan seekor anjing. Dia pun menyuruh Se Na mengulangi lagi.


Malam ini, setelah kelelahan melandanya di tempat kerja, Se Na bersiap merekam lagunya. Tapi entah kenapa pikirannya selalyu tertuju pada Hyun Wook yang hari ini sangat menyebalkan. Tapi kemudian Se Na mengingatkan dirinya untuk kembali semangat. Dia harus menyelesaikan lagunya hari ini.


Hari ini Infinte Power akan konser di hotel L. Hotel pun menjadi sangat ramai dengan fans yang datang untuk bejumpa dengan Infinite Power. Se Na sepertinya tak bisa meloihat konser itu walau dia sangat ingin, karena hari ini dia harus menjaga Dal Bong. Hyun Wook bahkan sepertinya akan pergi sampai malam hari ini karena ada urusan penting.


Detektif yang Hyun Wook sewa sudah berhasil menemukan dimana Yoon Se Na tinggal. Hyun Wook pun bergegas menuju rumah di alamat yang detektif berikan padanya. Hyun Wook sudah bersiap akan mengetuk pintu, tapi dia membatalkan niatnya itu. Dia lebih memilih menunggu saja sampai si pemilik rumah keluar atau datang.


Malam ini seperti yang dijanjikan, Infinite Power konser di tepi kolam renang hotel L. Mereka tampil memukau diiringi teriakan para fans yang menonton konser mereka.


Se Na mengajak Dal Bong jalan-jalan, dan berpapasan dengan rekan kerjanya. Rekan kerja Se Na mengeluh karena acara after party pasti berlangsung lama, padahal dia sudah sangat lelah. Se Na pun menawarkan diri untuk menggantikan temannya itu. Tapi temannya harus menjaga Dal Bong. Teman Se Na jelas saja setuju. Lebih mudah menjaga Dal Bong daripada harus bolak-balik mendorong troli seperti ini.


Ternyata keinginan Se Na mengajak temannya bertukar tempat adalah karena dia ingin menyelipkan CD yang berisi lagu-lagu ciptaannya agar bisa ditemukan oleh pihak agensi AnA atau siapapun itu yang bergerak di industri musik. 


Shi Woo (L)salah satu member Infinte Power menikmati pesta ini dengan duduk sendirian, dan saat itu dia melihat gadis yang disukainya datang ke pesta ini. Dia adalah Yoo Ra Eum (Na Hae Ryung).
Shi Woo ingin turun dan mendekati Ra Eum, tapi ternyata Kang Rae Hun leader di grupnya yang lebih dulu menyambut kedatangan Ra Eum, membuat Shi Woo terbakar cemburu.
Api cemburu Shi Woo semakin berkobar, saat melihat Ra Eum tanpa menolak dirangkul oleh Rae Hun. 


Joo Hong kembali ke rumahnya, dan Hyun Wook yang sedari tadi menunggu langsung mendekati gadis yang akan masuk ke rumah ini sambil bertanya apa gadis ini adalah Yoon Se Na. Joo Hong langsung membantah. Dia pun teringat kalau Se Na tengah dikejar-kejar preman penagih hutang sehingga dia berkata kalau dia ga tahu dimana Se Na. Dia juga sampai detik ini masih mencari Se Na. Joo Hong pun memilih bergegas pergi.


Orang yang bertukar tempat dengan Se Na, kehilangan Dal Bong. Dia hanya lengah sebentar, saat mencoba mengintip Van milik Infinte Power, dan tiba-tiba Dal Bong sudah tak ada. Tali leher Dal Bong pun lepas, padahal pegangannya masih ada di tangannya. 
Teman Se Na pun panik karena hal ini.


Shin Hae Yoon menyuruh Hyun Wook segera ke lobi hotel, karena ada yang ingin dia bicarakan. Saat Hyun Wook sampai di lobil hotel, dia malah bertemu dengan ayahnya. Ayah Hyun Wook bernama Lee Jong Ho (Park Young Kyu)
Jong Ho langsung berdiri saat anaknya mendekat, dan berkata senang rasanya dia masih bisa melihat Hyun Wook sehat seperti ini, karena dia mengira Hyun Wook terpuruk. 

Hyun Wook yang tak suka dengan ayahnya itu menjawab sinis kalau dia juga melihat ayahnya hidup dengan baik. Jong Ho lalu berkata kalau dia kira Hyun Wook ga akan kembali ke Seoul? Apa sekarang Hyun Wook sudah kekurangan uang makanya kembali? Apa Hyun Wook sudah ga mendapatkan royalty lagi dari lagu-lagu ciptaan Hyun Wook? Hyun Wook membantah, dia hidup dengan baik, karena semua lagu yang dia ciptakan begitu popular. 

“Apa kau masih tak ingin melihat wajahku?” tanya Jong Ho pada anaknya.

“Ini bukan kemauanku, tapi ini keputusanmu” Jawab Hyun Wook.


Shin Hae Yoon memilih mengejar Hyun Wook yang pergi begitu saja. Dia meminta Hyun Wook mengejar ayah Hyun Wook, karena ayah Hyun Wook sudah menunggu selama 30 menit tadi. Ayah Hyun Wook sangat ingin berbaikan dengan Hyun Wook. Hyun Wook menolak, dia berkata kalau cara seperti ini ga akan berguna untuknya dan ayahnya
Hae Yoon kemudian memberitahu Hyun Wook kalau ayah Hyun Wook sedang sakit, jadi jangan bersikap seperti itu.


Hyun Wook mendengar pengumuman di pengeras suara bahwa anjing miliknya hilang. Dia pun bergegas ke bagian resepsionis, dan manager yang membawahi pelayan hotel menjelaskan pada Hyun Wook kalau Dal Bong pasti ditemukan. CCTV sudah diperiksa, dan orang-orang juga sudah dikerahkan.
Hyun Wook ga peduli, dia mau Dal Bong segera ditemukan.


Di tempat pesta, Shi Woo yang masih melihat betapa dekatnya Ra Eum dengan Rae Hun menjadi bertambah kesal. Dia turun ke bawah dan langsung menarik tangan Ra Eum untuk mengikutinya. Sesampainya di tempat yang sepi, Shi Woo langsung berkata kalau dia akan mengantar Ra Eum pulang, jadi lebih baik Ra Eum pulang sekarang.

Ra Eum menolak, dia berkata kalau pesta semakin menyenangkan, jadi ngapain dia harus pulang. Shi Woo bertanya apa Ra Eum ingin menghabiskan waktu bersama Rae Hun? Ra Eum tersenyum dan bertanya apa Shi Woo cemburu? Shi Woo membenarkan, lalu Ra Eum menjelaskan bahwa mereka ga punya hubungan apa-apa, jadi Shi Woo mana bisa cemburu melihat dia bersama Rae Hun. Shi Woo akhirnya berkata kalau dia menyukai Ra Eum. 

Ra Eum tertawa dan menjawab kalau dia ga suka dengan Shi Woo. Dia akan anggap ga pernah mendengar pengakuan cinta Shi Woo malam ini. Jadi Shi Woo ga usah merasa malu. Dia akan bersikap biasa saja. Ra Eum pun berlalu meninggalkan Shi Woo.

Tanpa mereka sadari ada Se Na disana. Se Na tak berniat menguping, tapi dia memang ada disini sebelum Shi Woo dan Ra Eum datang. Se Na pun terpaksa menyembunyikan dirinya di balik troli.


Shi Woo menyadari kehadiran Se Na. Diapun mendekat. Se Na menjelaskan kalau dia tadi ga mendengar atau melihat apapun. Shi Woo ga percaya. Dia malah meminta Se Na untuk memberikan ponsel Se Na. Dia mengira Se Na merekam kejadian barusan dan akan menyebarkannya ke media. Se Na menjelaskan kalau dia sama sekali ga merekam kejadian tadi. Shi Woo ga percaya, dia akhrinya menggeledah troli dan menemukan CD milik Se Na. Shi Woo kemudian bertanya, apa Se Na ingin menjadi penyanyi? Se Na menjawab tidak, dia hanya ingin jadi penulis lagu. Shi Woo pun akhirnya mengerti alasan kenapa Se Na ada disini.
Dia kemudian menarik tangan Se Na untuk mengikutinya.


Di ruang pesta, Shi Woo mengajak Se Na naik ke panggung dan Shi Woo juga mematikan musik yang sedang asik di dengar para tamu malam ini. Bahkan ada sebagian dari mereka yang berjoget. Musik berhenti membuat semuapun tertuju pada Shi Woo dan Se Na.

Shi Woo memutar CD milik Se Na dan memberi tahu semuanya kalau gadis disampingnya ini adalah calon penulis lagu. Se Na mulai malu. Terlebih kalimat pembuka di CD miliknya berhasil membuat semua tamu tertawa seolah mengejeknya. Se Na mematikan player itu, tapi Shi Woo melarang. Shi Woo bahkan berkata kalau hatinya berdegup menanti lagu yang akan Se Na mainkan di CD itu. Se Na tahu, itu adalah kalimat ejekan untuknya. 

Shi Woo kemudian berkata apa Se Na ga yakin dengan kemampuan Se Na, makanya Se Na ga mau lagu Se Na diputar sekarang? Se Na menjawab bukan karena itu, tapi dia ga suka cara Shi Woo yang seperti ini. 

“Lalu kau mau cara yang seperti apa? Apa kau mau memutar lagumu dengan merayu seorang pria di kamar hotel?” tanya Shi Woo penuh nada penghinaan.

Se Na tak terima, dia jelas merasa dilecehkan oleh kata-kata Shi Woo barusan. Diapun tanpa pikri panjang langsung menampar Shi Woo, dan mengatai Shi Woo adalah pria yang brengsek. Semua yang melihat menjadi terkejut. Se Na kemudian meminta maaf pada para tamu, dan meminta para tamu melanjutkan pesta, dan anggap saja tadi tak terjadi apa-apa.


Shi Woo mengejar Se Na yang pergi, dan mengingatkan Se Na kalau dia adalah Shi Woo dari Infinite Power. Se Na bertanya, apa Shi Woo seorang pejabat?Apa artis boleh melakukan semua seenaknya saja? Shi Woo yang hampir saja mengamuk, langsung ditahan oleh managernya. Manager Shi Woo meminta Se Na segera pergi dan berkata kalau Shi Woo pasti sudah mabuk berat.


Hyun Wook bertemu Se Na, dia masih sempat melihat Shi Woo yang pergi dan berfikir bahwa Se Na tadi bersama Shi Woo. Dia langsung berkata kalau saat Se Na asik bersama Shi Woo, anjingnya sudah hilang. Se Na kaget, dia berkata akan segera mencari Dal Bong. Hyun Wook, langsung memberitahu Se Na, bahkan jika Dal Bong berhasil Se Na temukan, dia pastikan Se Na tetap dipecat dari pekerjaan ini. Se Na sudah lalai, dan malah menyerahkan tugas Se Na pada orang lain. Hyun Wook bahkan berkata kalau seharusnya dia ga menyerahkan Dal Bong, pada orang seperti Se Na.

“Memangnya menurutmu, aku orang seperti apa? Apakah maksudmu aku orang tak berharga bahkan untuk seekor anjing? Bukan aku yang membuat Dal Bong menghilang. Aku bersamanya sepanjang hari, dan aku menyerahkannya pada orang lain karena aku ada urusan. Apa yang aku lakukan sangat salah? Kenapa kau malah memarahiku? Kenapa semua orang selalu menyalahkannya?”Se Na berteriak kecewa. Dia menahan tangis untuk semua yang terjadi.


Dal Bong sudah ketemu, kini Atasan Se Na tengah memarahi Se Na yang malah ingin melihat Infinte Power makanya menyerahkan Dal Bong pada orang lain. Rekan Se Na menjelaskan kalau Se Na ingin menjadi penulis lagu, makanya Se Na meminta bertukar tempat, karena Se Na ingin memberikan CD berisi lagunya pada salah satu orang penting di pesta itu.

Atasan Se Na tertawa dan mulai melihat daftar riwayat pendidikan Se Na, lalu mengejek pendidikan Se Na. Dia bahkan bertanya, apa dengan kualifikasi seperti ini Se Na bisa menjadi penulis lagu?
Se Na kemudian berkata agar atasannya ga menghina dia hanya karena latar belakang pendidikannya saja. Atasan Se Na kembali tertawa dan memberitahu Se Na kalau Se Na sekarang dipecat.


Hyun Wook yang ada di kamarnya, mendapat telepon dari detekftif yang disewanya untuk mencari Se Na. detektif itu berkata kalau Se Na juga bekerja di hotel tempat Hyun Wook menginap. Se Na bekerja memakai nama orang lain, yaitu nama Joo Hong. 


Lee Hyun Wook bergegas keluar hotel begitu tahu Se Na sudah dipecat. Dia harus bertemu Se Na sebelum dia menyesal. Saat Hyun Wook sampai di depan hotel, dia melihat Se Na ada di halte bus seberang jalan. Se Na tampak sedih dan duduk seorang diri menunggu bus lewat. Hyun Wook kemudian mencoba menelpon ponsel Se Na, dan saat Se Na menerimanya, Hyun Wook hanya diam saja. Dia yakin inilah Yoon Se Na, adik So Eun. 

Se Na akhirnya melihat adanya Hyun Wook di seberang jalan, membuatnya hanya terdiam menatap Hyun Wook. Mereka saling menatap dalam diam dengan jarak yang membentang diantara mereka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar